Image
12

Comic – Taemin’s Secret Date

Pertama, Happy belated birthday buat si magnae, Lee Taemin. Makin dewasa aja bocah yang satu itu. Well, komik ini dibikin telat banget ya … dan terpaksa ngebut bikinnya supaya gak terlalu telat dari tanggal ultahnya Taemin. 🙄

Sebelom lihat komiknya, aku mau nanya, siapa yang udah nonton One Fine Day? Nah, pasti tau dong di sana Taemin ada minum alkohol sampai mabok. 🙄 Well, gegara nonton itu, aku jadi pengen bikin komik tentang Taemin dan SUSU PISANG!! 😆 aku lebih suka liat dia minum susu pisang daripada alkohol sekali pun katanya dia sekarang udah dewasa 😕

Sebenernya ada beberapa alternatif cerita sih; tentang asal-usul Taemin suka susu pisang sampe Taemin yang nyasar di Switzerland demi nyari susu pisang. Tapi akhirnya, aku bikin pakai cerita kayak di bawah ini. Kurasa, Taemin juga lebih suka kalau The Hyungs ikutan nongol bareng dikomiknya. 😆

Here we go! Continue reading

Advertisements
26

A Life Story

alifestory

Title : A Life Story

Author : Lumina

Main Cast : Kim Jonghyun (SHINee)

Support Cast : Kim Kibum/Key (SHINee), Seo Jihye (Ulzzang)

Genre : Drama, Life, Sexual Education, Angst

Type/Length : Oneshot

Rating : Restricted

PS : Fiction ini mengandung tema dari sisi lain kehidupan mengenai penyimpangan seksual yang dialami oleh tokohnya. Aku memberikan peringatan keras bahwa pembaca berusia dini (di bawah 17 tahun), harap tidak membaca fiction ini tanpa pengawasan orang tua.

 =================================================

Lembayung merona di ufuk timur kala tangis pertama seorang bayi berparas tampan pecah dan pekiknya memenuhi tiap sudut ruang putih dari sebuah klinik bersalin. Peluh bercampur dengan air mata haru dari seorang ibu muda yang baru saja menyelesaikan perjuangan—yang katanya menempatkan dirinya antara hidup dan mati. Senyum tipis kemudian terlukis dalam mimik wajahnya yang nampak lelah dan tengah berusaha menarik nafas panjang untuk mengisi paru-parunya yang menuntut oksigen lebih banyak—sebanyak degub jantungnya yang memburu.

“Jong-ah,” bisik lembut sang ibu muda di telinga bayi berselimut lampin yang kini berada dalam dekapannya, “Jonghyun-ah.”

Semilir angin menghantarkan suara lirih nan lembut dari ibu muda itu. Nama yang tersebut mengudara—menembus tingkap-tingkap langit. Sebuah buku kehidupan baru telah mengukir nama pemiliknya dan lembar-lembarnya siap untuk menorehkan setiap kisah dari seorang anak manusia.

-A Life Story- Continue reading

10

Another Fairytale [2/2]

anotherfairytale

Title : Another Fairytale [2/2]

Author : Lumina

Cast : Kim Jonghyun, Lee Minna

Rating : G

Genre : romance with a lil bit imagination

Ps : Annyeong, ini ff lama, dulu bikin castnya gak pke Jonghyun, tapi aku revisi dan aku ganti castnya, soalnya aku masih suka sama ceritanya.

Disclaim : -Don’t take any part of this fiction without permission-

I also posted this fiction on SF3SI

 ==============================

Apa kau percaya bahwa happy ending itu nyata dan tidak hanya ada di negeri dongeng?

Uhm, apa aku bisa jadi seperti Cinderella meskipun aku tidak meninggalkan sepatu kaca? Mungkinkah akhir ceritanya akan sama jika aku hanya meninggalkan nomor rekening kepada pangeranku?

Ah, ada lagi yang ingin kutanyakan, apa pangeran akan tetap menciumku jika aku tidak secantik Aurora ketika tidur? Aku ragu ia akan tetap mengecupku setelah melihat air liur di sudut bibirku.

Sekarang aku tahu perasaan Ariel saat memandangi Erik dari permukaan laut. Aku tidak perlu berenang melawan ombak untuk melihat pangeranku dari dekat, namun berada dalam jarak dekat dengannya selalu membuat isi otakku berantakan seperti dilanda badai.

Ia berteriak, ia melotot padaku, bahkan membentakku walau ia bukanlah Beast. Oh, Bella, aku sekarang mengerti bagaimana sulitnya kau hidup dengan makhluk buas itu. Namun, ketika perasaan paling simple sekaligus paling membingungkan itu bertahta di hatimu, teriakan dan bentakkannya bahkan terdengar seperti suara angin sepoi-sepoi yang bertiup memainkan helaian daun kelapa di tepi pantai berpasir putih.

Dan apel itu, bukanlah apel yang diberikan ibu tiri yang jahat. Pangeranku sendiri yang membawa apel itu ke hadapanku. Aku baru menyadari bahwa meskipun apel itu tidak beracun, namun tetap membuatku sakit. Yeah, i’m sick of love.

So, could my fairytale have a happy ending like others in the story books? Uhm, I don’t think so…

***

This is my fairytale, not as sweet as Cinderella, nor romantic like Sleeping Beauty. It’s not touching like Little Mermaid, neither as wonderful as Beauty and The Beast. And my prince is not bring me a poisonous apple.

-Another Fairytale-

  Continue reading

6

Another Fairytale [1/2]

anotherfairytale

Title : Another Fairytale [1/2]

Author : Lumina

Cast : Kim Jonghyun, Lee Minna

Rating : G

Genre : romance with a lil bit imagination

Ps : Annyeong, ini ff lama, dulu bikin castnya gak pke Jonghyun, tapi aku revisi dan aku ganti castnya, soalnya aku masih suka sama ceritanya.

Disclaim : -Don’t take any part of this fiction without permission-

I also posted this fiction on SF3SI

 ==============================

Happy ending hanya ada di negeri dongeng.

Pangeran tampan berkuda putih hanya sekedar tokoh fiktif dalam buku cerita bergambar yang kau baca sewaktu berusia lima tahun, atau bahkan eomma-mu telah mendongengkannya sebelum tidur waktu kau berusia dua tahun.

Cinderella dan sepatu kacanya hanya eksis dalam world-before-12-o’clock nya. Tidak akan ada ibu peri yang datang dan memberimu gaun seindah yang dikenakan Cinderella ke pesta dansa, lengkap dengan sepatu kaca dan kereta kuda yang terbuat dari labu.

Tidak ada putri yang akan tertidur selama seratus tahun tanpa menjadi tua, bahkan mati, Aurora yang cantik jelita tidaklah lebih dari putri malang yang menghabiskan 100 tahun hanya untuk tidur hingga pangeran tampan datang dan membangunkannya dengan sebuah ciuman.

Putri duyung? Ayolah, kau sudah cukup besar untuk percaya bahwa Ariel tinggal di dasar Samudera Atlantis dan selalu naik ke permukaan untuk mengagumi ketampanan Erik yang sedang duduk di buritan kapal. Seorang ahjumma dengan tubuh setengah gurita—setengah manusia, memberikan ramuan yang mengubahnya menjadi manusia. Ariel sangat bodoh, jika aku adalah dia, aku lebih memilih jadi putri duyung yang cantik jelita di bawah laut, di banding hidup di atas daratan yang penuh sesak dengan populasi manusia yang semakin padat.

Ah, satu lagi, apa kau yakin bisa jatuh cinta pada seekor monster besar yang menyeramkan sekalipun berhati baik? Oh, tak perlu munafik, mengaku saja, gadis-gadis pasti lebih memilih untuk membayangkan pangeran setampan member-member Shinee. Jadi apakah Bella berbohong ketika ia berkata mencintai Beast? Atau mungkin ia terkena katarak dini?

Apa lagi yang kau baca? Putri salju? Tak jauh berbeda dengan nasib Aurora si putri tidur, hanya saja ia lebih beruntung karena tak perlu menunggu hingga 100 tahun untuk bangun. Tapi, apakah tidak pernah ada yang mengajarkannya bahwa menerima pemberian orang asing itu berbahaya? Eomma bahkan melarangku menerima permen dari orang yang tidak kukenal, apalagi sebuah apel, huh?

Putri cantik dan Pangeran tampan tidak ada di dunia nyata. Bahkan cerita happy end yang kau sukai itu belum tentu berakhir sesuai yang kau bayangkan. Apa kau tidak pernah berpikir bagaimana jika Cinderella memecahkan sepatu kacanya? Jika setelah bangun dari tidur panjangnya, Aurora terkena insomnia karena telah terlalu banyak tidur? Jika Ariel menyesal menjadi manusia karena ia akan jadi kanibal jika makan seafood? Atau Bella tidak lagi mencintai Beast yang sekarang sudah berubah jadi tampan, siapa tahu ternyata tipe idamannya adalah Beast yang ganas? Bagaimana jika Putri Salju trauma makan apel?

Aku tidak percaya pada ibu peri di negeri dongeng. Aku tidak percaya ada pangeran berkuda putih akan datang menjemputku, tentu saja karena aku bukan seorang putri. Tapi bukan berarti aku tidak mempunyai kisah fairytale-ku sendiri. Kisahku berbeda dengan pangeran dan putri dalam buku dongeng. Aku tidak memakai gaun seindah yang dikenakan Cinderella apalagi sepatu kaca. Aku tidak perlu tidur selama 100 tahun untuk menunggu pangeranku menciumku. Meskipun aku mengagumi pangeranku sama seperti Ariel mengagumi Erik, tapi aku tidak perlu berhadapan dengan ahjumma setengah gurita yang bernama Ursula untuk meminta kaki. Pangeranku juga bukan makhluk menyeramkan seperti Beast, sekalipun ia galak dan terkadang menakutkan. Dan, Putri Salju bisa saja trauma dengan apel, namun siapa sangka pangeranku justru datang dengan membawa apel?

***

This is my fairytale, not as sweet as Cinderella, nor romantic like Sleeping Beauty. It’s not touching like Little Mermaid, neither as wonderful as Beauty and The Beast. And my prince is not bring me a poisonous apple.

-Another Fairytale-

  Continue reading